MADIUN – Pemerintah Kota Madiun mempercepat langkah penanganan persoalan sampah menyusul kondisi darurat sampah yang dihadapi saat ini. Untuk memastikan penanganan berjalan terukur dan berkelanjutan, Pemkot menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam penyusunan kajian pengelolaan sampah organik dan keberlanjutan TPA Winongo yang dipaparkan di Ruang 13 Balai Kota, Jumat (12/6).
Kajian tersebut menjadi pijakan pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan sampah di sumber, penguatan peran masyarakat, pengembangan TPS 3R, hingga penanganan jangka panjang TPA.
Dari hasil kajian, sampah organik tercatat menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Kota Madiun dengan komposisi sekitar 60 persen. Kondisi ini dinilai membuka peluang besar untuk mengurangi beban TPA apabila pengelolaan dilakukan sejak dari rumah tangga dan diperkuat melalui sistem pengolahan komunal.
Sejalan dengan temuan tersebut, Tim ITS memaparkan bahwa praktik pengurangan sampah organik sebenarnya telah mulai berjalan di Kota Madiun dan berpotensi untuk dimasifkan. Jika diterapkan lebih luas dengan dukungan sarana, pelatihan, dan pendampingan yang memadai, langkah tersebut diperkirakan mampu mengurangi sekitar 30–40 persen volume sampah yang masuk ke TPA.
Potensi itu juga didukung hasil survei ITS yang menunjukkan adanya kesiapan masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah. Karena itu, penguatan reduksi dari sumber dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperpanjang daya dukung layanan persampahan kota..
Plt Wali Kota Madiun menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini menjadi prioritas yang harus segera ditindaklanjuti dan tidak cukup berhenti pada penyusunan dokumen kajian.
“Kita ini benar-benar darurat sampah. Karena itu harus segera jalan. Pemkot ingin proses ini didampingi ITS mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. Supaya langkah yang diambil benar-benar tepat dan bisa dijalankan di lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, hasil kajian yang disusun ITS telah memberikan gambaran kondisi riil sekaligus rekomendasi yang dapat segera diterjemahkan menjadi langkah konkret.
“Teman-teman di lapangan membutuhkan langkah yang cepat. Karena itu saya minta pendampingan ini berlanjut. Kajian ini menjadi dasar kita menentukan kebijakan agar cita-cita Kota Madiun 2027 zero waste bisa tercapai,” tambahnya.
Melalui kolaborasi tersebut, transformasi sistem pengelolaan sampah di Kota Madiun diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga pengurangan sampah tidak hanya terjadi di TPA, tetapi dimulai sejak dari hulu sebagai fondasi mewujudkan Kota Madiun menuju zero waste pada 2027. (Rams/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun